logo

Tentang Pantai Sawarna

TENTANG PANTAI SAWARNA

Wisata Pantai Sawarna

Pantai sawarna menyimpan sejuta pesonanya yang terus berkembang disektor pariwisata, budaya, sejarah, kuliner dan gaya hidup. alam sawarna inilah yang akhirnya penduduk sawarna memiliki kesadaran dan pemahaman yang cukup menjadikan wilayahnya sebagi obyek wisata unggulan. keberadaan beberapa homestay telah tersedia di kampung ini.

Kawasan Pantai Sawarna lengkap dengan berbagai landscape seperti gunung, hutan dengan tanaman – tanaman langkanya, sungai dengan corak budayanya yang unik, alamnya tebentang luas dari perbukitan yang landai, bukit karang yang terjal, dataran rendah yang sejajar garis pantai, goa – goa, hutan tropis pantai, pantai pasir putih, pantai berkarang laut serta pelabuhan tradisional semuanya adalah potensi pariwisata sawarna yang sangat mengagumkan dan menakjubkan.

Sejarah Pantai Sawarna

Di desa Sawarna terdapat sebuah makam Jean Louis van Gogh, sepupu dari Vincent Van Gogh bersemayam (Makamnya baru ditemukan sekitar tahun 2000-an). Sekitar tahun 1907 Jean Louis membuka sebuah perkebunan kelapa seluas 54 hektare, tepatnya terletak di area wisata Sawarna.

Kini desa Sawarna bermetamorfosis dari sekadar perkebunan kelapa menjadi desa wisata. Dengan mudah ditemukan banyaknya “homestay” atau rumah penduduk yang disewakan pada pendatang yang berwisata. Perkampungan warga tersebut terletak antara perkebunan kelapa dan persawahan. Kondisi tersebut membuat wisatawan mau berlama-lama di desa wisata tersebut. Sebagian besar penduduk mempunyai profesi sebagai petani, perajin, buruh tani, buruh, dan pedagang. Akan tetapi sejak Sawarna mulai dikenal wisatawan, banyak penduduk yang juga mempunyai profesi sampingan sebagai pemandu wisata.

Rute Menuju Lokasi Pantai Sawarna

Rute ke Pantai Sawarna darri Jakarta dapat ditempuh melalui 2 (dua) jalur, jalur barat (234 km) dan timur (183 km) .

Jalur Barat

Serang – Pandeglang – Saketi – Malimping – Bayah – Sawarna
Rangkas Bitung – Gunung Kencana – Malimping – Bayah – Sawarna
 Cilegon – Anyer – Labuan – Malimping – Bayah – Sawarna

Jalur Timur

Ciawi – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna
Bogor – Cijeruk – Lido – Cikidang/Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna

Perjalanan dari Bandung menuju Desa Sawarna.

Bandung – Cianjur – Sukabumi – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna

Transportasi Umum

Desa Sawarna berjarak sekitar 230 km dari kota Jakarta. Perjalanan menuju desa ini dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi umum. Untuk menuju Desa Sawarna, wisatawan dapat menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam perjalanan dengan menggunakan transportasi pribadi dan 9-10 jam apabila menggunakan transportasi umum.

Wisatawan dapat menggunakan KRL dari Jakarta menuju Stasiun Bogor dengan watku tempu kurang lebih 2 jam.
Stasiun Bogor menuju Terminal Baranangsiang dapat menggunakan angkutan umum. Terminal Baranangsiang menuju Pelabuhan Ratu dapat menggunakan Bis MGI dengan harga tiket Rp50.000, dan lama perjalanan 5 jam.
Pelabuhan Ratu menuju Desa Sawarna dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dengan menggunakan ELF seharga Rp30.000

Share Sosial Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •